It's 0.45. It's quiet but doesn't feel lonely.
Months ago I changed my blog to private mode just to entertain one person. But why the f should I care. I'm not responsible for how you feel. So yeah.
Anyway, gue belakangan ini menyadari bahwa sifat gue itu banyak yang mirip sama nyokap. Salah satunya adalah betapa pemaafnya kita.
Nyokap sering cerita kalau dia sakit hati sama tindakan seseorang ke dia, sampai kita sekeluarga berusaha menjauhkan nyokap dari orang ini, sebut saja X. Baru aja beberapa hari lalu nyokap cerita lagi ada kejadian yang bikin nyokap gue heran sama kelakuan si X. Kemudian, siang ini nyokap tiba-tiba nanya ke gue, "Mau ga anterin mama ketemu si X?".
Entah kenapa hati gue langsung nyes. Ngapain nyokap mau capek-capek nyamperin orang ini? Bukannya kemarin baru cerita kalau dia sakit hati?
Tapi gue ngerti. Ya jawabannya semudah: udah lupa aja sama perasaan sakit hatinya.
Jujur gue sedih. Gue nolak buat nganterin hanya karena gue gak mau nyokap gue nanti sakit hati lagi. I just want to protect her.
But then that feeling hit me. I should've protect myself too just like how I want to protect my mom.
I should've apologize to me.
Hi, I hope you're doing well.
ReplyDelete