Mengutip sepotong dialog dari film super hits di era-nya, Radit dan Jani, "Bahagia itu kita yang ciptain, bukan mereka..". Gue setuju dengan dialog itu, bahagia itu dari kita dan harus dari kita. Gue sekarang sedang sangat belajar bahwa bahagia itu jangan bergantung sama siapa pun. Setelah beberapa tahun belakangan pacaran mulu terus di tahun ini putus pas banget lagi gak bisa kemana-mana karena pandemi, mau "kabur" aja bingung mau ngapain dan kemana. Akhirnya jadi ya sudah sekarang yang gue punya diri gue sendiri apapun itu gue harus cari cara biar hepi.
Kayanya kunci bahagia tuh kita harus live in the moment. Ada orang yang masih bawa-bawa memori di masa lalu dia, udah kaya ketempelan setan di punggung yang bikin dia jadi gak bahagia. Entah dia bawa dendam atau sakit hatinya dari masa lalu. Atau dia hidup di bahagia yang fana karena dia hidup di memorinya aja terus gak mau sadar kalo itu masa lalu dan bikin orang sekitarnya jadi keseret-seret. Ada juga orang yang jadi gak bahagia hidupnya hari ini karena ketakutan mikirin besok. Akhirnya jadi rungsing sendiri.
Buat sampe ke titik bisa live in the moment tuh ya harus di support sama dua hal. Ikhlas dan bersyukur. Ikhlas nerima takdir-takdir yang terjadi di hidup lo, yang bagus dan yang engga. Bersyukur dengan apa yang lo punya, jadi gak beban hati buat jalanin besok.
Kalau hati tetep gak bahagia walaupun udah ikhlas dan bersyukur, berarti mungkin lo sedang tidak berada di tempat yang tepat. Inget kata Radit, bahagia itu kita yang ciptain. Lo yang ciptain.
No comments:
Post a Comment