September 12, 2020

DAY 2: Something That Makes You Happy

Ibarat saya adalah karakter di the Sims. One of my trait would be: hopeless romantic. Di tengah-tengah proses healing heartbreak ini kadang masih suka ngayal di luar sana jodoh ku sedang nyebut-nyebut nama gue di solat tahajudnya. LOL. Jadi, salah satu hal yang bikin saya bahagia adalah: feels loved. Sama pacar, keluarga, temen. Sesederhana diucapin selamat ulang tahun, apalagi sama temen yang gak terlalu deket, wow jujur itu hepi banget walaupun dia mungkin cuma basa-basi aja haha.

Deep talks. Kira-kira 2 bulan lalu, gue pergi makan sama dua temen. Selesai makan entah apa topik awalnya tapi kita jadi bahas soal heartbreak. Mereka cerita tentang patah hati yang paling patah. Si A cerita dia diputusin terus nangis sendirian yang sampe tersedu-sedu di kantor di hari Sabtu pula! Niatan mau numpang wifi malah jadi nangis. Kemudian cerita si B, yang patah hati sampe 1 bulan ga kemana-mana cuma di kosan aja dan keluar cuma buat beli makan. 

I love that kind of sharing. Letting people know that vulnerable part of your life and it makes you human. Gue sebagai pendengar malah ngerasa lebih kuat karena gue tau orang lain di luar sana juga lagi fighting their own battle. So I am not alone. 

Foods. Atau mungkin gula yah, karena kalo di kantor lagi puyeng bawaannya jadi jajan boba.

A cold shower after a long tiring day. Plus comfy pajama. Plus AC-ed room. Plus bed. Plus pillow. Loh banyak?

Singing out loud badly on karaoke. or anywhere, singing heartbreak songs dengan nada tinggi dan mata merem.

Bengong. Di pinggir pantai atau di tempat dingin dengan pemandangan bagus. Dengerin lagu sedih. Eh kenapa ya dengerin lagu sedih itu buat gue malah bikin nyaman banget? 1 bulan lalu habis pergi camping mevvah di Sukabumi. Tempatnya dingin adem, terus ada pemandangan kebun-kebun. Terus dengerin lagu sedih sambil tiduran di hammock. NYAMAN.

What's yours?

No comments:

Post a Comment